<p style="text-align:center"><span style="font-family:Liberation Sans Seriff,sans-serif"><span style="font-size:22pt"><strong>Herbal dan Obesitas</strong></span></span></p> <p style="text-align:center"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="font-family:Liberation Sans Seriff,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Obesitas merupakan kondisi dimana terdapat akumulasi lemak melebihi batas yang menyebabkan penyakit atau efek samping tertentu. Kondisi obesitas dibagi menjadi dua berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut WHO, sebagai berikut :</span></span></p> <p style="text-align:justify"><span style="font-family:Liberation Sans Seriff,sans-serif"><span style="font-size:10pt">1) Nilai IMT ≥ 25 disebut sebagai berat badan berlebih</span></span></p> <p style="text-align:justify"><span style="font-family:Liberation Sans Seriff,sans-serif"><span style="font-size:10pt">2) Nilai IMT ≥ 30 disebut sebagai obesitas</span></span></p> <p style="text-align:justify"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="font-family:Liberation Sans Seriff,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Berat badan berlebih dan obesitas menempati peringkat kelima sebagai penyebab resiko kematian jika dilihat secara global. Setidaknya, 2,8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun sebagai akibat berat badan berlebih atau obesitas. Sebagai tambahan, 44% resiko dibetes, 23% resiko penyakit jantung iskemik dan antara 7 – 41% kanker tertentu berhubungan dengan berat badan berlebih dan obesitas. Secara global, WHO memperkirakan pada tahun 2008 terdapat laporan bahwa 1,5 milyar orang mengalami berat badan berlebih, dimana pada kondisi tersebut berati 200 juta pria dan mendekati 300 juta wanita mengalami obesitas. Dengan kata lain, sepersepuluh dari total populasi manusia dewasa mengalami obesitas (WHO,2000 dan NICE, 2006).</span></span></p> <p style="text-align:left"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Untuk mencegah maupun mengatasi kondisi obesitas, diperlukan perubahan gaya hidup utamanya terkait dengan pola makan, pola istirahat dan pola aktivitas fisik penderitanya. Perubahan gaya hidup ini harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh pada seluruh aspek kehidupan penderita obesitas. Selain itu, penyesuaian gaya hidup juga dapat didukung dengan konsumsi suplemen kesehatan dan obat tradisional yang dapat meminimalisir resiko obesitas semakin tinggi.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Berikut adalah beberapa pilihan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mencegah maupun membantu mengatasi obesitas :</span></span></span></p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">1. Daun Kelor</span></span></span></p> <p style="margin-left:12px; text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Daun Kelor diketahui mengandung Niazirin yang merupakan komponen bioaktif berupa glikosida fenolik n(Bao et.al., 2020). Menurut Nahar et. al., 2016, secara in-vivo pada tikus yang dibuat obesitas. Ekstrak Daun Kelor dapat menginhibisi enzim lipase pankreatik dan juga terbukti meningkatkan profil lemak tubuh, dimana kolesterol total, trigliserida, <em>Low-Density Lipoprotein</em> (LDL<em>),</em><em>Very Low-Density Lipoprotein </em>(VLDL)<em> </em>serta meningkatkan <em>High-Density Lipoprotein </em>(HDL). Selain itu, Ekstrak Daun Kelor juga dapat memodulasi penyimpanan lemak melalui regulasi-penurunan ekspresi protein yang berhubungan dengan adipogenesis, yaitu protein peroksisom yang diaktivasi oleh reseptor gamma (PPARγ) dan sintase asam lemak (FAS) serta meningkatkan ekspresi protein lipolitik dan menurunkan konsentrasi leptin (Ali et. al., 2021).</span></span></span></p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">2. Teh Hijau</span></span></span></p> <p style="margin-left:12px; text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Teh hijau mengandug polifenol, katekin, kafein dan asam amino yang kerap digunakan untuk penurunan berat badan (<span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">Türközü, </span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">2017). </span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">Teh Hijau dapat menginduksi</span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif"> penurunan berat badan dapat melalui beberapa jalur, seperti mengaktifkan faktor Nrf2 (Nuklear Faktor Erythroid-2-Related Factor-2 (</span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">Sampath et. al. 2017). </span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">upregulasi neprilysin yang dapat berperan dalam pengaturan tekanan darah dan metabolisme lipid (</span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">Muenzner et. al., 2016) serta </span></span><span style="color:#212121"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif">mencegah terjadinya ketidakseimbangan mikroba dalam saluran cerna (Cheng et. al., 2017), selain itu juga dapat meregulasi keseimbangan metabolik tubuh, menghambat akumulasi lemak dan sintesis kolesterol sehingga menurunkan lemak perut. </span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">3. Kayu Manis</span></span></span></p> <p style="margin-left:12px; text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Kayu manis yang diberikan kepada model hewan uji ikan zebra hiperkolesterol, dapat memperlambat proses aterosklerosis melalui glikasi apoA-1 dan menghambat aktivitas koleteril ester transfer protein (Jin et. al., 2011). Kayu Manis juga dapat merangsang pembentukan P PPAR-α dan PAR-γ, beserta target gennya seperti CD-36 dan GLUT-4 pada membran protein adiposit (Cao et. al., 2007). Selain itu, kandungan bahan aktif kayu manis bernama 2-Metoksisinamaldehid dapat mengurangi ekspresi protein-1 adhesi vaskular pada TNF-α dan mengaktivasi HUVECs (Tang et. al., 2012). Belum terdapat uji klinik spesifik yang dilakukan untuk pasien dengan dislipidemia. </span></span></span></p> <p style="margin-left:12px; text-align:left"> </p> <p style="margin-left:12px; text-align:left"> </p> <p style="margin-left:12px; text-align:left"> </p> <p style="margin-left:12px; text-align:left"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">4. Buah Manggis </span></span></span></p> <p style="margin-left:18px; text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Keselurahan bagian buah manggis mengandung Alfa-Mangostin yang berfungsi sebagai anti-obesitas melalui induksi apoptosia pada sel pre-adiposit 3T3 L1 dan juga menghambat sintase asam lemak pada konsentrasi 20µM (Quan et. al., 2012). Lebih lanjut, diketahui bahwa Alfa-Mangostin dapat menghambat akumulasi lemak intraseluler dan mencegah kematangan adiposit (Quan et. Al, 2012 dan Taher et. al. 2015). Selain itu, pada kulit manggis terdapat kandungan Xanthone yang menunjukkan respon inflamasi yang dimediasi oleh Lipopolisakarida (LPS) secara in-vitro melalui modulasi TNF-α, IL-6, dan protein yang dimodulasi Interferon-γ (Quan et. al., 2012). Pemberian dosis tunggal ekstrak buah manggis pada minuman kepada subyek pria dan wanita sehat dapat meningkatkan antioksidan pada plasma dan meningkatkan aktivitas antioksidan endogen (Xie et. al., 2015). Perubahan ekspresi leptin juga diketahui memiliki peran penting pada obesitas, dimana peningkatan konsentrasi leptin dapat menghasilkan efek tidak nafsu makan (Oussaada et. al., 2019 dan Gruzdeva et. al., 2019).</span></span></span></p> <p style="text-align:left"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">5. Asam Gelugur</span></span></span></p> <p style="margin-left:12px; text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Asam gelugur mengandung Hydroxycitric Acid yang diketahui merupakan agen antiobesitas yang potensial. Produk yang mengandung asam gelugur juga relatif telah banyak beredar di pasaran. Berdasarkan hasil meta analisis terhadap beberapa uji klinik yang pernah dilakukan, berdasarkan parameter penurunan berat badan dan masa lemak yang hilang diperoleh hasil bahwa berdasarkan 7 jurnal<em> </em> yang dianalisis, diperoleh bahwa 5 jurnal uji klinik menyatakan efek antiobesitas signifikan jika dikombinasikan dengan bahan mineral lain. Selain kombinasinya, yang perlu diperhatikan adalah waktu pemberian dan pembagian dosisnya. Dimana diketahui bahwa Asam Gelugur paling efektif diberikan 30-60 menit sebelum makan dan dalam dosis terbagi (Heymsfield et. al., 1998).</span></span></span></p> <p style="text-align:justify"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt">Oleh karena itu, apabila Bapak dan Ibu tertarik untuk pengembangan produk terkait obesitas, baik sesuai dengan artikel di atas maupun jenis ekstrak lain, kami sangat terbuka untuk bersinergi, berkomunikasi dan berinovasi bersama Bapak dan Ibu.Maka,jangan ragu untuk menghubungi kami untuk detail lebih lanjut.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify"> </p> <p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif"><span style="font-size:10pt"><strong><span style="background-color:#ffff00">- LWP-</span></strong></span></span></span></p>

2 Comments
User says Jul 21, 2021 at 10:00am
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.
User says Jul 21, 2021 at 10:00am
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.
Leave a reply