Konsumsi Ekstrak Bahan Alam Saat Menyusui, Amankah ?

<p>Konsumsi Ekstrak Bahan Alam Saat Menyusui, Amankah ?<br /> <br /> Masa menyusui merupakan salah satu masa terpenting bagi seorang ibu dan bayi. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai dengan usia bayi 2 tahun merupakan salah satu anjuran pemerintah untuk mencegah terjadinya stunting. Pemberian ASI tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi, namun juga bermanfaat bagi ibu, antara lain :</p> <ol> <li> <p>Pemulihan Rahim Pada waktu menyusui, terjadi perintah di otak untuk mengeluarkan hormon oksitoksin yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot rahim untuk pemulihan rahim setelah proses persalinan.</p> </li> <li> <p>Memperkecil Resiko Kanker Pemberian ASI yang cukup lama dapat memperkecil kejadian karsinoma payudara dan ovarium. Menurut Stordal (2022), resiko kanker payudara berkurang sebesar 4,3% setiap 12 bulan periode menyusui. Menyusui dapat mengurangi resiko Kanker Payudara Triple &ndash; Negative sebesar 20% dan pada mutasi pembawa BRCA1 sebesar 22-55%.</p> </li> <li> <p>Sarana Kontrasepsi Alami Jika Ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan satu sarana kontrasepsi, karena selama pemberian ASI pengeluaran sel telur dan indung telur dapat terhambat dan kemungkinan tidak terjadi ovulasi. Menurut Vekemans (1997), menyusui sebagai kontrasepsi alami memiliki tingkat efektifitas sebesar 98% pada kondisi berikut : a) Bayi berumur kurang dari 6 bulan b) Ibu belum mendapatkan haid c) Ibu memberikan ASI secara eksklusif sesuai permintaan bayi 4. Menjaga Stabilitas Berat Badan Dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui atau menyusuai tidak eksklusif, wanita yang menyusi eksklusif selama 3 bulan memiliki penurunan berat badan 3.2 pound lebih banyak selama 12 bulan pasca melahirkan dan memiliki peningkatan kemungkinan berat badan kembali seperti sebelum hamil sebesar 6,1% (Jarlenski et. al., 2014). 5. Ekonomis dan Praktis Melalui pemberian air susu ibu (ASI), Ibu dapat langsung memberikan kapan saja bayi inginkan. Praktis, ekonomis, lebih higienis serta membantu menguatkan bonding antara Ibu dan bayi. Oleh karena itu, sebagian besar ibu akan mengusahakan pemenuhan kebutuhan ASI pada anak, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi bahan alam.Pada sisi lain, banyak bahan alam yang masih diragukan keamanannya. Di Indonesia, jamu untuk pelancar ASI kebanyakan terbuat dari daun dan rempah-rempah. Selain langsung dikonsumsi sebagai jamu secara konvensional, jamu tersebut juga telah tersedia dalam bentuk yang lebih &lsquo;praktis&rsquo; yaitu kapsul, tablet, kaplet, minuman ready to drink dan serbuk minuman siap seduh. Berikut adalah 6 herbal asli Indonesia dan dipercaya memiliki manfaat bagi ibu menyusui : 1. Rimpang Kunyit Rimpang kunyit merupakan salah satu tanaman herbal asli Indonesia yang juga merupakan salah satu komponen dalam jamu uyup-uyup.Jamu tersebut umum digunakan sebagai pelancar ASI untuk ibu di Pulau Jawa. Berdasarkan kuesioner pada penelitian Sayuti dan Atikah (2023), responden merasakan keuntungan mengonsumsi kunyit pada ibu menyusui dapat menyergarkan tubuh. Selain itu, kunyit dapat menstimulasi kelenjar pituitari anterior untuk meningkatkan produksi prolaktin yang dapat meningkatkan jumlah ASI. Selain itu, komponen kimia pada kunyit juga memiliki efek estrogenik yang dapat meningkatkan produksi ASI (Bumrungpert et. al., 2018). 2. Daun Katuk Daun Katuk merupakan tanaman obat yang juga lazim dikonsumsi sebagai makanan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Berdasarkan review Zhang et. al., 2020, Daun Katuk terbukti meningkatkan ekspresi hormon prolaktin dan oksitosin pada mencit yang sedang menyusui. Diketahui Daun Katuk memiliki kandungan provitamin A karotenoid, vitamin C dan beberapa mineral. Selain itu, terdapat kandungan papaverin, polifenol dan flavonoid yang tinggi terutama untuk quercetin dan kaempferol. Uji klinik terhadap ibu menyusui yang dilakukan oleh Suwanti et.al., 2016 memperoleh hasil bahwa 70% ibu yang mengkonsumsi Ekstrak Daun Katuk menghasilkan ASI yang lebih banyak daripada kebutuhan bayinya, dimana ibu yang tidak mengkonsumsi daun katuk dengan ASI berlebih hanya sebesar 6,7%. 3. Biji Kelabet Biji Kelabet (Fenugreek) merupakan salah satu komponen pelancar ASI yang banyak digunakan dalam bentuk suplemen kesehatan. Biji kelabet dipercaya berfungsi sebagai pelancar ASI melalui mekanisme peningkatan produksi keringat. Dimana kelenjar payudara juga memodifikasi kelenjar keringat apokrin kaitannya dengan pengeluaran air dari dalam tubuh. Biji Kelabet mengandung golongan Alkaloid, seperti Trigonelin, Neurin, Trimetilamin ; golongan Saponin seperti Fenugrin-B, Trigofenosida A-G dan Graecunin ; Flavonoid, Asam Amino dan Karbohidrat. Senyawa-senyawa tersebur berperan sebagai antagonis dopamin dalam peningkatan produksi ASI (Khairani et. al., 2021). Uji klinik yang dilakukan Abdou et. al., 2018 kepada 60 ibu menyusui yang diberi teh biji kelabet, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan volume ASI secara signifikan pada hari ke-3 pasca melahirkan pada grup yang diberi biji kelabet. Selain itu, diketahui pula serum prolaktin pada grup yang diberi biji kelabet lebih tinggi 13% dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi biji kelabet. Namun, konsumsi Biji Kelabet harus diperhatikan untuk ibu yang alergi terhadap polong-polongan mengingat termasuk ke dalam famili tanaman tersebut. Biji Kelabet juga tidak dapat dikonsumsi bersama antikoagulan karena meningkatkan resiko pendarahan. Selain itu diperlukan monitong kadar gula darah mengingat adanya laporan aktifitas hipoglikemik. 4. Rimpang Jahe Rimpang Jahe adalah salah satu rempah yang umum digunakan sebagai campuran makanan, minuman dan kosmetik. Kandungan utamanya adalah Gingerol, Shogaol, Paradol dan Zingerone. Diketahui bahwa gingerol dan shogaol memiliki aktifitas pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan produksi ASI melalui peningkatak aliran darah ke payudara ( Khairani et. al., 2021). Selain itu, uji klinik yang dilakukan oleh Bumrungpert et. al., 2018 kepada 50 ibu yang berusia 20-40 tahun selama 1 bulan pasca melahirkan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan volume ASI antara kelompok yang diberi campuran Rimpang Jahe dan Plasebo, dimana pada minggu kedua perbedaannya adalah 49% dan 11% ; sedangkan pada minggu ke-4 perbedaan meningkat secara signifikan mencapai 103% dan 24%. Konsumsi Rimpang Jahe pada ibu hamil dan menyusui dikatakan relatif aman, namun jika berlebihan dapat menimbulkan efek sedasi serta terdapat resiko pendarahan apabila dikonsumsi bersamaan dengan antikoagulan dan antiplatelet. 5. Daun Pepaya Daun pepaya adalah salah satu tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk memperlancar ASI, baik dalam bentuk masakan rumah maupun jamu. Menurut Perbrianthy et. al., 2022 pemberian dekoksi daun pepaya dapat meningkatkan nutrisi yang diperoleh oleh ibu menyusui dan meningkatkan produksi ASI. Daun Pepaya mengandung quercetin yang dapat mengaktifkan hormon prolaktin yang meningkatkan jumlah ASI. Selain peningkatan produksi ASI, daun pepaya juga dapat menyegarkan dan menyehatkan badan serta meningkatkan berat badan bayi. Menurut Ikhlasiah et. al., 2020 peningkatan hormon prolaktin pada ibu yang mengkonsumsi daun pepaya adalah sebesar 19.59 ng/ml, dan peningkatan berat badan bayi sebesar 165 g. Namun daun pepaya juga mengandung enzim papain, dimana jika ibu memiliki alergi terhadap papain harus berhati-hati jika ingin mengkonsumsi daun pepaya. Penting bagi ibu menyusui untuk memilih bahan pelancar ASI yang aman dan efektif. Oleh karena itu, kami Solonat secara terbuka dapat menyediakan konsultasi dan solusi atas kebutuhan bahan baku produk pelancar ASI yang ingin dikembangkan.</p> </li> </ol> <p>&nbsp;</p>

Author: Administrator

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

2 Comments

  1. User says Jul 21, 2021 at 10:00am

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

  2. User says Jul 21, 2021 at 10:00am

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Leave a reply